Blogger news



Free Widgets
Showing posts with label bijaksana. Show all posts
Showing posts with label bijaksana. Show all posts

Kekhawatiran dan Kecemasan

| | 1 komentar
Ada dua orang pelancong asal Swiss yang melakukan pendakian di sebuah gunung.
Saat pulang, mereka terpaksa menumpang sebuah mobil rombeng.
Jalannya tersendat-sendat karena mesin tuanya.

Sepanjang jalan, pelancong pertama sibuk mencemaskan kondisi mobil.
Ia terbekap rasa kuatir kalau mobil itu mogok di tengah jalan.
Ia kuatir kalau bensinnya habis dan tidak ada pom bensin di sana.

Sementara, pelancong kedua tampak santai-santai saja.
Ia begitu menikmati pemandangan indah bukit-bukit di negeri cokelat itu.
Bukit-bukit yang pucuknya dihiasi salju putih.
Beberapa kali ia mengabadikan keindahan itu dengan kamera pocketnya.

Setelah satu jam berlalu, akhirnya mobil uzur itu pun tiba di kota yang dituju. “Kok kamu sempat-sempatnya ambil gambar pemandangan itu? Apa kamu tidak cemas?,” tanya pelancong pertama. “Apa yang perlu dicemaskan. Seandainya ada masalah, pasti ada jalan keluarnya. Aku suka dengan perjalanan tadi,” kata pelancong kedua.

Kisah tadi menolong kita untuk memahami bagaimana seringkali kekuatiranmembuat kita kehilangan banyak hal yang berharga. Lebih buruknya lagi, seringkali kekuatiran itu tidak terbukti separah yang kita kuatirkan atau malah tidak terbukti sama sekali. “Kekuatiran tidak akan menambah sejengkal pun panjang usia kita.”Banyak orang hidup dalam kekuatiran dan cemas mengenai apa yang belum terjadi. Orang sering takut dan tidak tahu apa yang ia takuti.
Akhirnya, orang yang seperti ini tidak akan menikmati kehidupan.

Kebahagiaan hidup hanya menjadi milik orang-orang yang mampu menikmatinya dengan penuh syukur.
JAM KEHIDUPAN hanya sekali berputar.Ada menit yg harus dilalui dengan MANIS, ada pula menit yang harus dilalui dengan PAHIT. Jalanilah setiap DETIK dengan IMAN dan KASIH kepada "TUHAN" agar kita menjadi lebih BIJAKSANA dalam menjalani kehidupan ini.

Quote - Setitik Embun Inspirasi

MAKNA KEHILANGAN by EKA CHANDRA :D

| | 0 komentar
MAKNA KEHILANGAN

Sudahlah jangan diratapi lagi
Yang hilang ataupun tuk lama pergi
Kau merugi saat semua lenyap
Cuma sekejap bahagia yang terkecap


Tak lengkap tanpa yang terbiasa
Jangan jadikan alasan tuk asa binasa
Pahit terasa bila telah sirna manis
Ubah pilu jadi tawa sembunyikan tangis


Cukup hari ini saja ratapi perpisahan
Jangan biarkan beban duka berkepanjangan
Sia-sia merintih bila tak berhenti
Ingat bahagia dan sedih itu berganti


Hidup dan mati itu pasti
Datang dan pergi itu hakiki
Hilang dan memiliki itulah takdir
Ingat adanya awal pasti ada akhir


Reff: Bila sudah waktunya, yang pergi biarlah pergi..
(relakan saja yang telah jauh pergi)
Relakanlah saja semua, Tak usahlah kau ratapi lagi..
(tak ada gunanya harus larut dalam ratapan)


Kabar baik kadang tak mau berpihak
Berita duka tampil menunjukkan hak
Menang telak gencaran nestapa
Seolah berkata ini belum seberapa


Memang kan jadi hal yang terberat
Hari buruk serasa lama terlewat
Begitu cepat berlalunya tawa tadi
Berganti kisah buruk kesedihan pun terjadi


Tak mudah memang lalui cobaan
Lupa bahwa akal dan hati sumber kekuatan
Semua terlupakan
Semua terabaikan


Terlewatkan hal terpenting untuk kembali
Pada Sang Maha Peduli pemegang kendali
Coba kenali Dia lebih dekat lagi
Pertolongan darinya takkan pernah pergi


Pasrahkan semua petiklah hikmah
Keluh kesah tak berarti tanpa berserah
Bukan menyerah di keterbatasan
Namun itu pilihan terbaik maka lakukan !!


Percaya akan ada hikmah di balik peristiwa
Tak selamanya duka tak selamanya tawa
Yakin hari pastikan berganti
Maknai kehilangan sebagai peneguh hati

Hidup Lancar???

| | 1 komentar
Hidup tidak selamanya MULUS...
  • Butuh BATU KERIKIL supaya kita ber HATI-HATI
  • Butuh SEMAK BERDURI supaya kita WASPADA
  • Butuh PERSIMPANGAN supaya kita BIJAKSANA dalam memilih
  • Butuh PETUNJUK JALAN supaya kita punya HARAPAN tentang arah masa depan
  • Butuh CAMBUKAN supaya kita melangkah MAJU
  1. Hidup butuh MASALAH supaya kita tahu kita punya KEKUATAN
  2. Hidup butuh PENGORBANAN supaya kita tahu cara BEKERJA KERAS
  3. Hidup butuh AIR MATA supaya kita tahu meRENDAHkan DIRI
  4. Hidup butuh diCELA supaya kita tahu bagaimana MENGHARGAI
  5. Hidup butuh TERTAWA supaya kita tahu MENGUCAP SYUKUR
  6. Hidup butuh SENYUM supaya kita tahu kita punya CINTA
  7. Hidup butuh ORANG LAIN supaya kita tahu kita TIDAK SENDIRI

Dad,, A step of you, makes tears for me...

| | 2 komentar
Di suatu desa, tinggallah sebuah keluarga.
Sang Ayah merupakan dosen di kota.
Setiap hari Rabu, dia pergi ke kota untuk mengajar.

Suatu hari setelah sang anak mengantar ayahnya ke kampus, sang ayah berpesan
untuk segera menservis mobil dan menjemputnya jam  5
Rupanya sang anak lupa, sehabis menservis mobil, dia masih jalan-jalan di kota

Akhirnya dia tiba di kampus jam 6
Sang ayah menanyainya kenapa ia terlambat.
Sang anak berbohong dengan mengatakan servisnya lama.
Rupanya si ayah tahu kalau si anak berbohong.
Karena ia sudah telepon ke bengkel dan mobilnya sudah selesai jam  3

Sang ayah tidak memarahi anaknya.
Tetapi sebaliknya ia berkata dalam hati," Ada yang salah dengan diriku sehingga anakku kehilangan integritasnya dan berbohong, bukan dia yang mesti di hukum, tapi diriku sendiri yang mesti dihukum"

Maka sang ayah menghukum dirinya pulang ke rumah di desa dengan berjalan kaki sejauh 6 km.
Sang anak mengikuti dengan mobil, meneteskan air mata.

Janganlah berusaha mengubah seseorang sebelum diri kita sendiri berubah

Pesan :
Kisah ini melukiskan kesadaran seorang ayah yang merasa belum cukup mendidik anaknya hingga si anak bisa berdusta kepadanya. Ia memberikan didikan yang terbaik menurutnya pada hari itu dengan berjalan kaki pulang ke rumah. Perbuatan ini membuat sang Anak merasa sangat bersalah & terpukul hingga selanjutnya si anka selalu tepat waktu menjemput ayahnya dan tidak berdusta lagi.

Translator

Fans box

Followers

Page rank

Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net